Berkata baik, Memuliakan Kepada Tetangga dan Tamu

 Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh.

Alhamdulillahirrobbil ‘aalamiin,

JALAN MENUJU SORGA
Terjemah hadist Al-Arba’iin Nawawiyah

“Diriwayatkan dari Abu Hurairoh r.a. sesungguhnya Rosullulloh Saw bersabda: “ Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, maka hendaklah berkata yang baik atau diam saja. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, maka hendaklah memuliakan kepada tetangganya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, maka hendaklah memuliakan tamunya. “
(H.R Bukhori dan Muslim)

Hadist diatas menjelaskan tiga hal penting dalam mengarungi kehidupan setelah beriman kepada Allah dan hari akhir, antara lain; berkata yang baik atau diam saja, maka hendaklah memuliakan kepada tetangganya, maka hendaklah memuliakan tamunya.

1. Berkata Baik atau Diam Saja


Sikap ini memang sangat perlu bagi ummat muslim, terutama dalam pergaulan dan kehidupan bermasyarakat agar tidak terjadi tergelincirnya lidah, sehingga tidak terjadi fitnah atau menyinggung bahkan mengakiti hati orang lain.
Berkata merupakan suatu kehormatan, sedangkan diam sebagai senjata kewibawaan. Diam bukan berarti pengecut, diam belum tentu pula air tenang pasti sebagai pertanda tempat itu dangkal, dan bukan berarti tempat itu tidak terdapat buaya. Bahkan kadang-kadang malah sebaliknya, dan sebagai kenyatannya air berteriak tanda tak dalam atau yang kita sering dengar dengan tongosong nyaring bunyinya.
Sedemikian pentinggnya perkataan agar dapat berkomunukasi dengan orang lain sehingga timbulah hubungan timbal balik dan hasil yang kita harapkan dari perkataan kita. Suatu saat nanti apa-apa yang kita bicarakan atau kita ucapkan akan dipinta pertanggungjawabannya di dapapan Allah SWT, dan bahkan Allah SWT pun telah mengertahui apa yang kita ucapkan baik dalam bentuk lisan maupun di dalam hati kita karena Allah Maha Mengtahui, sebagai mana telah dijelaskan di dalam Al-Quranul Karim pada surat Qof ayat 16-18

16. “Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,
17. (Yaitu) ketika dua orang Malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.
18. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Pengawas yang selalu hadir.”

Dalam berdakwah pun dalam bentuk lisan merupakan senjata untuk berdakwah dan saling menasehati dan saling mengingatkan kepada sesame muslim yang lain. Dan janganlah ucapan itu dusta. Allah SWT berfirman dalam surat Ash Shoof ayat 2:

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?”

2. Memuliakan Kepada Tetangga


Sebagai mahkluk social kita pasti membutuhkan bantuan orang lain, terutama kita yang hidup berdampingan dengan tetangga, salah satu bentuk faktor keimanan seseorang itu adalah memuliakan tetangganya. Termasuk didalamnya tetangga muslim maupun non-muslim agar terjalinnya saling mengasihi sesama makhluk ciptaan Allah SWT.
Jangan sampai tetangga yang ada di sekitar kita tidak nyaman atas prilaku atau sikap kita terhadap mereka dan memunculkan pertengkaran dan membuat tetangga kita kesal kepada kita. Allah SWt pun memerintahkan kepada kita untuk saling mengasihi dan berbuat baik dalam kedidupan ini, sebagai mana di jelaskan dalam Al-Quran surat An Nisa ayat 36, Allah berfirman:


“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh[294], dan teman sejawat, Ibnu sabil[295] dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.”

[294] Dekat dan jauh di sini ada yang mengartikan dengan tempat, hubungan kekeluargaan, dan ada pula antara yang Muslim dan yang bukan Muslim.
[295] Ibnus sabil ialah orang yang dalam perjalanan yang bukan ma’shiat yang kehabisan bekal. Termasuk juga anak yang tidak diketahui ibu bapaknya.

Banyak sekali penjelasan hadits Nabi saw, tetang perintah untuk memuliakan kepada tetangga dan menjaga hak-haknya, yang antara lain hadist yang bersumber dari Mu’adz bin Jabal r.a.

Saya (Mu’adz bin Jabal r.a.) pernah bertanya : “Ya Rosulullah, apakah hak-hak tetangga yang wajib atas saya?” jawab beliau “Jika dia sakit, maka tinjaulah dan jika dia mati (maut) maka antarkanlah dan jika minta hutang, maka hutangilah dan jika di papa, maka kekurangannya tutuplah dan jika memperoleh kebahagiaan, maka samapaikanlah ucapan gembira kepadanya dan jika dirunding suatu kemalangan, maka hiburlah dan jangalah anda membangun bangunan lebih tinggi dari banguananya, sehingga menyebabkan tertutup udara segar untuknya dan jangalah anda menyentuh perasaanya sebab bau masakan periuk anda, terkecuali jika anda mencibukan untuknya ( H.R Thobroni dari Mu’adz bun Jabal r.a)

3. Memuliakan Kepada Tamunya


Memuliakan kepada tamu merupakan sikap terpuji, sebagai petanda kesempurnaan iman seseorang. Memuliakan tamu bukan berarti kita harus menjamu dengan jamuan yang sangat mewah sehingga memaksakan dan memberaktakan kepada kita.
Bahkan yang lebih pentinglagi adalah menerima temunya dengan ramah tamah, sikap sopan santun serta menyambutnya dengan penuh rasa germbira dan jangan sampai tamu yang datang kerumah kita tidak nyaman dengan sikap penghormatan kita kepadanya.
Apalah artinya kita menghidangkan jamuan kepada tamu serta menarik selera dengan megah dan mewah sedangkan sikap kita tidak enak dan acuh terhadap mereka (tamu) serta tidak senang akan kehadiraanya mereka.
Sikap Nabi Ibrahiim ‘alahis salam dalam menghormati tamunya di jelaskan dalam Al-Quraan karim dalam surat Adz Dzariat ayat 24-27;

24. “Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (Yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan?
25. (ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: “Salaamun”. Ibrahim menjawab: “Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal.”
26. Maka Dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk.
27. lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim lalu berkata: “Silahkan anda makan.”

Tamu-tamu Nabi Ibrahim ‘alaisalam yang sebagai mana diterangkan dalam ayat diatas, memang tidak dikenal oleh beliau, karena tamunya itu bukan sebangsa manusia akan tetapi serombongan malaikat dan termasuk pula malaikat Jibril yang ikut bertamu, tentu saja hidanganyang disajikannya tidak dimakan, karena malaikat itu memeng tidak makan, tidak minum dan tidak tidur.

Akan tetapi terlepas hidangan itu dimakan atau tidaknya penghormatan beliau kepada tamu semestinya patut ditiru dan baik ketika menyambut tamunya yang belum dikenal atau cara pernghormataanya yang begitu memungkinkan dari secaera serta merta.
Adapun masa wajib dalam menjamu kepada tamu adalah tiga hari tiga malam lamanya, dan selebihnya hukumnya sedekah.

Wallahu ‘alamu bishoaab.

Advertisements

About aj

"Bogor EduCARE"A place where English improves your life.

Posted on 13 July 2012, in Improve your life and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

notasi media erni

mengalun seirama pergolakan media

Only In Rizky

To be a positive impact for everyone

bisnisamanah01

A topnotch WordPress.com site

agam's Blog.......

Lay it in your hands the world is not in your heart.

mayyamae

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

ondemandedotnet

Just another WordPress.com site

sansanwawaa

make a wish come true.

endinuj

A great WordPress.com site

yondaekodirman

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

Misbeh

Always Thinks Smart

Acun's Blog

Share And Enjoy

saefusae

The Never Ending Story

AJ43 MANAGEMENT

Creative and Innovative

%d bloggers like this: