“MAU DIKEMANAKAN NEGARA INI; KASUS KORUPSI”

Sedikit menyinggung dalam salah salah satu iklan yaitu “KASUS KORUPSI, hilang,,,,,”
Telah kita ketahui bersama bahkan kita juga dapat merasakannya dalam kehidupan ini, yaitu suatu MASALAH. Setiap kehidupan ini memang tidak lepas dengan yang satu ini, tetapi semua itu dapat kita selesaikan, jangan sampai kita melarikan diri dari malasah karena itu bukan menyelesaikan masalah tetapi malahan menambah masalah. Begitu pula dengan suatu Negara pasti memiliki masalah baik internal maupun ekternal dan cukup beragam jenisnya, salah satu yang dihadapi oleh Negara berkembang di Asia Tenggara ini, Indonesia adalah salah satunya kasus KORUPSI.
Apabila kita mendengar kata itu yang terucap, kita akan merasakan sakit hari yang begitu mendalam apalagi yang berkaitan dengan uang Negara yaitu pajak. Pemerintah sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengajak kepada masyarakat untuk membayar pajak dengan tepat waktu supaya Negara ini dapat berkembangan ataupun untuk pembangaunan demi kemajuan Negara. Ini merupakan  perbuatan yang sangat tidak terpuji.
Mari kita sama-sama menggali ilmu untukmengetahui lebih detai lagi perngertian korupsi, agar dapat menambah pengetahuan kita.
Pengertian korupsi berasal dari kata latin, kenapa harus dari kata latin sih,,,? yaitu corruptio dari kata kerja (verb) corrumpere = busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok (sesuatu perbuatan yang buruk dalam intinya), menurut Transparency International adalah perilaku pejabat publik, baik politikus politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.
Dalam arti yang luas, korupsi atau korupsi politis adalah suatu perbuatan penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan pribadi demi mementingkan suatu nafsu dan kepuasan serta keuntungan dengan hal melanggar hukum. Semua bentuk pemerintah pemerintahan rentan korupsi dalam prakteknya. Beratnya korupsi berbeda-beda, dari yang paling ringan dalam bentuk penggunaan pengaruh dan dukungan untuk memberi dan menerima pertolongan, sampai dengan korupsi berat yang diresmikan, dan sebagainya. Titik ujung korupsi adalah kleptokrasi, yang arti harafiahnya pemerintahan oleh para pencuri, di mana pura-pura bertindak jujur pun tidak ada sama sekali.
Korupsi yang muncul di bidang politik dan birokrasi bisa berbentuk sepele atau berat, terorganisasi atau tidak. Walau korupsi sering memudahkan kegiatan kriminal seperti penjualan narkotika, pencucian uang, dan prostitusi, korupsi itu sendiri tidak terbatas dalam hal-hal ini saja. Untuk mempelajari masalah ini dan membuat solusinya, sangat penting untuk membedakan antara korupsi dan kriminalitas kejahatan. Tergantung dari negaranya atau wilayah hukumnya, ada perbedaan antara yang dianggap korupsi atau tidak. Sebagai contoh, pendanaan partai politik ada yang legal di satu tempat namun ada juga yang tidak legal di tempat lain.
Kondisi yang mendukung munculnya korupsi
Konsentrasi kekuasan di pengambil keputusan yang tidak bertanggung jawab langsung kepada rakyat, seperti yang sering terlihat di rezim-rezim yang bukan demokratik.
Kurangnya transparansi di pengambilan keputusan pemerintah
Kampanye-kampanye politik yang mahal, dengan pengeluaran lebih besar dari pendanaan politik yang normal.
Proyek yang melibatkan uang rakyat dalam jumlah besar.
Lingkungan tertutup yang mementingkan diri sendiri dan jaringan “teman lama”.
Lemahnya ketertiban hukum.
Lemahnya profesi hukum.
Kurangnya kebebasan berpendapat atau kebebasan media massa.
Gaji pegawai pemerintah yang sangat kecil.
Rakyat yang cuek, tidak tertarik, atau mudah dibohongi yang gagal memberikan perhatian yang cukup ke pemilihan umum.
Ketidakadaannya kontrol yang cukup untuk mencegah penyuapan atau “sumbangan kampanye”.
Korupsi mencakup penyalahgunaan oleh pejabat pemerintah seperti penggelapan dan nepotisme, juga penyalahgunaan yang menghubungkan sektor swasta dan pemerintahan seperti penyogokan, pemerasan, campuran tangan, dan penipuan.
Dari sudut pandang hukum, tindak pidana korupsi secara garis besar mencakup unsur-unsur sbb:
  • Perbuatan melawan hukum;
  • Penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana;
  • Memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi;
  • Merugikan keuangan negara atau perekonomian negara;
Selain itu terdapat beberapa jenis tindak pidana korupsi yang lain, diantaranya:
  • Memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan);
  • Penggelapan dalam jabatan;
  • Pemerasan dalam jabatan;
  • Ikut serta dalam pengadaan (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara);
  • Menerima gratifikasi (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara).
Mungkin hanya ini yang dapat saya posting.  Kritik dan saran sangat dibutuhkan mohon kritikan yang membangun yang diharapkan oleh saya.
Thanks..

sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Korupsi

Advertisements

About aj

"Bogor EduCARE"A place where English improves your life.

Posted on 13 July 2012, in Lessons. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

notasi media erni

mengalun seirama pergolakan media

Only In Rizky

To be a positive impact for everyone

bisnisamanah01

A topnotch WordPress.com site

agam's Blog.......

Lay it in your hands the world is not in your heart.

mayyamae

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

ondemandedotnet

Just another WordPress.com site

sansanwawaa

make a wish come true.

endinuj

A great WordPress.com site

yondaekodirman

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

Misbeh

Always Thinks Smart

Acun's Blog

Share And Enjoy

saefusae

The Never Ending Story

AJ43 MANAGEMENT

Creative and Innovative

%d bloggers like this: