MELAWAN HAWA NAFSU = SURGA

 

 

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh

Alhamdulillahi robbil ‘alaamiin

Ikhwah fillah rahimakumullah.

Sebelum kita memerangi orang-orang kafir dan munafik ada baiknya kita dapat melawan yang terdapat pada diri kita sendiri yaitu hawa nafsu.

Nafsu itu sangat menyuruh kepada kejelekan seseorang dan jika tidak dikendalikan dengan iman,  taqwa serta agama dengan di ikuti peringatan dan anjuran yang menggembirakan, ia akan membunuh dan membinasakan pemiliknya. Allah berfirman dalam surat An-Nazi’at ; 40-41

“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,. Maka Sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya).”

Untuk melawan tarikan nafsu ini Yahya bin Mu’adz Ar Razy berkata; gempurlah nafsu dengan latihan-latihan yang terbagi dalam empat bidang:

  1. Makan sedikit, cara ini akan melemahkan syahwat.

  2. Tidur sekejap, cara ini akan menjernihkan kemauan.

  3. Berbicara secukupnya, cara ini akan menyelamatkan dari berbagai kebencanaan.

  4. Memikul akibat penganiayaan yang dilakukan orang, cara ini akan menyampaikan kepada tujuan.

Rasulullah saw bersabda yang artinya;

“Yang disebut pejuang ialah orang yang bejuang melawan nafsunya supaya taat kepada Allah Aza wa jalla.” (HR. At-Turmudzy)

Dalam buku Multhaqathul Hikayah, di ceritakan bahwa pada suatu waktu Ibrahim bin Adham didatangi seorang laki-laki, seraya berkata; “Wahai Abu Ishak, aku seorang yang bersembah dosa, banyak melakukan kedzaliman, berkenan kiranya tuan mengajariku hidup zuhud, agar Allah memberikan jalan keluar dan terang dalam hiduku dan melembutkan hatiku yang gersang.

”Manakala dirimu dapat memegang teguh enam perkara yang akan kamu kumukakan, tentu akan mendekatkan keselamatan,” jawab Ibrahim bin Adham. “Apa itu wahai Abu Ishak?” Tanyanya

  1. “Manakala dirimu akan melakukan maksiat janganlah memakan, rezeki Allah.”

“Manakala diseluruh penjuru bumi, baik dibarat maupun ditimur, didarat maupun di laut, di kebun maupun di gunung, ada rizeki Allah, terus dari mana akan makan?” “Wahai saudaraku, pantaskahkamu memakan rizki Allah, sedangkan dirimu melanggar peraturan-Nya? tidak, demi Allah. Kemudian apa yang kedua?”

  1. Manakala kamu bermaksiat kepada Allah,  jangan bertempat tinggal di negeri-Nya?

“Tuan Ibrahim, demi Allah yang dua ini lebih berat. Bukankah bumi ini milik-Nya?” “Kalau demikian dimanakah aku harus tinggal ?” Taukas laki-laki itu.

Patutkan kamu makan rizki Allah dan bertempat tinggal di bumi-Nya, sedangkan dirimu melakukan maksiat kepada-Nya? “Tidak pantas, wahai tuan guru,” jawab laki-laki itu.

  1. Manakala dirimu hendak melakukan maksiat, jangan melupakan Allah Yang Maha Melihat dan beranggapan bahwa Dia lalai kepadamu!’

Tuan guru mana mungkin aku bisa melakukannya, padahal Allah maha Mengaetahui segala rahasia dan Melihat setap gerak hati nurani, tukas laki-laki itu.

Layakkah mana kala dirimu menikmati rezeki Allah bertampat tinggal di bumi-Nya dan maksiat kepad-Nya, sedangakan Allah melihat dan mengawasi perilakumu?” “tentu saja tidak wahai tuan guru, terus apakah yang ke empat?” Tanya laki-laki iru dengan penuh harap.

  1. Manakala malaikat maut datang kepadamu hendak mencabut nyawa, katakanlah kepadanya: “tunggu sebentar, aku akan bertubat!

“Tuan guru hal itu sangat mustahil. Dan permintaan itu tidak bakal di kabulkan,” jawab laki-laki. “Kalau dirimu sadar, bahwa tidak bakal dapat menolak keingian malaikat maut (Izrail), tentu dia akan datang kepadamu kapan saja, barangkali sebelum dirimu melakukan taubat,” tutur Ibrahim. “Benar apa yang tuan ucapkan terus apa yang kelima”. tutur Laki-laki tersebut.

  1. Manakala malaikat mungkar dan Nakir datang kepadamu, tantang  dan lawanlah dengan segala kekuatan yang ada, mana kala dirimu mampu.

“Itu suatu hal yang sangat mustahil lagi wahai tuan guru.”

  1. Manakala kelak dirimu berada di sisi Allah dan Dia menyuruhmu masuk neraka, katakanlah; “Ya, Allah. Aku tidak bersedia masuk kedalmanya”, tukas Ibrahim bin Adham. Wahai tuan guru, keenem perkara itu sangat berat. Cukup aku telah sadar dan mengerti. Laki-laki itu segera meninggalkan Ibrahim bin Adham dengan lega, dan menambah kesadaran dalam hati.

Demikianlah kita harus mampu mengendalikan nafsu, memperbikinya dan menjadikan berhasil guna yang dalam hal ini menunjukan kemenangan atas musuh, sekali pun dalam pelaksanaannya amat sulit, tidak gampang dan penuh bahaya. Pada suatu saat bisa sempurna, tetapi tidak lepas dari tipu daya, yang akhirnya hanya kepada Allah jualah kita mohon petunjuk, keselamatan dan keamanan serta terjauh dari kedhaliman dan kesesatan dunia dan siksa akhirat. Amiin.

syukron katsiron

Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh

 sumber : Membagun Generasi Qur’ani
Advertisements

About aj

"Bogor EduCARE"A place where English improves your life.

Posted on 23 August 2012, in Improve your life. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

notasi media erni

mengalun seirama pergolakan media

Only In Rizky

To be a positive impact for everyone

bisnisamanah01

A topnotch WordPress.com site

agam's Blog.......

Lay it in your hands the world is not in your heart.

mayyamae

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

ondemandedotnet

Just another WordPress.com site

sansanwawaa

make a wish come true.

endinuj

A great WordPress.com site

yondaekodirman

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

Misbeh

Always Thinks Smart

Acun's Blog

Share And Enjoy

saefusae

The Never Ending Story

AJ43 MANAGEMENT

Creative and Innovative

%d bloggers like this: